Social Icons

Sunday, December 30, 2012

Cecimpedan


Beragam corak kesusastraan yang ada di Bali antara lain sastra tulis dan sastra yang tidak tertulis yang biasanya diturunkan melalui mulut ke mulut dari satu generasi ke generasi berikutnya. Cempedan adalah salah satu karya sastra yang tidak tertulis. Mudah-mudahan dengan tulisan berikut ini dapat memperkaya referensi generasi mendatang dalam mencari karya sastra original masyarakat Bali dan menumbuhkan kebanggaan akan aneka ragam corak sastra yang dimiliki.
Cimpedan disebut juga cempedan yang mempunyai makna sama yaitu teka-teki. Cimpedan berasal dari kata cimped atau camped (terka) mendapat akhiran an menjadi cimpedan. Cimpedan biasanya dimainkan oleh sekelompok atau dua orang anak yang sedang bermain-main. Setiap akan mengemukakan cempedan anak biasanya memulai dengan kata apa.
Ada beberapa Cempedan yang umum di masyarakat antara lain :
a. Cempedan Pemula, tujaun untuk menambah pembendaharaan suku kata bagi anak-anak yang masih pra sekolah, contohnya :
1. Apa cing kong ? (jwb . cicing ngongkong )
2. Apa cing rot ? (jwb. Cicing perot )
b. Cecimpedan tradisional yang biasa. contohnya :
1. Apa tain belek mengantung ? ( Juet)
2. Apa done srining-srining buahne lengkong arit (Clegi)
3. Apa anak ulung mesaput ? (Buah nangka, buah duren)
Contoh cempedan yang dilagukan (pupuh pucung)
Janten iku,
Jalane makirig nguntul,
Limane matungkedang,
batisne manuut niti,
pesu peluh,
ngawenang kasukan jagat.
(jwb anak memula padi).
Itulah sedikit contoh cempedan yang hudup di masyarakat secara turun temurun, semoga tetap lestari dan masih bisa diwariskan kepada generasi mendatang.
(Sumber: Wayan Tapa, Sastra cempedan, 2005)

No comments:

Post a Comment