balebanjar.com

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
Home
Search
Search Only:

Search Keyword desa sedang

Total: 50 results found.

Page 1 of 3
1. Desa Sedang
(Geografi dan Demografi/Pemerintahan)
Desa sedang merupakan salah satu desa yang termasuk dalam wilayah kabupaten badung, kec. Abiansemal.  Desa sedang merupakan daerah dataran rendah yang dengan ketinggian + 120 m diatas permukaan air laut ...
... tujuan hidup manusia Hindu tersebut tidak bisa dilepaskan begitu saja keberadaannya dengan periodesasi/masa kehidupan yang dikenal dengan nama Catur Asrama yaitu Bramacari Asrama, Grahastha Asrama, Wanaprastha ...
... wecana sehubungan Raja Jenaka ada keperluan kerajaan yang sangat mendesak yang tidak boleh diwakili. Resi Suka dengan sengaja menunggu Raja Jenaka, ingin menguji kesabaran para muridnya apakah dapat mengekang ...
4. Reinkarnasi
(Hindu Dharma/Tatwa)
... karakteristik yang dibawa dari kakeknya. Sebagai ilustrasi dapat diceritrakan sebagai berikut. Dalam sebuah desa ada seorang anak yang sangat nakal, dia selalu mencuri sehingga beberapa kali masuk ...
5. Ahimsa dan Vegetarianisme
(Hindu Dharma/Tatwa)
Oleh I Wayan Sudarma, S.Ag (Shri Danu D.P) Pengertian Makanan Vegetarian Dalam bahasa latin, Vegetarian bersumber dari kata “ Vegetabilis” yang artinya berpantang makanan yang bersumber dari kehidupan ...
6. Wija ,Bhasma dan Wibhukti
(Hindu Dharma/Tatwa)
Agama bertitik tolak dari kepercayaan manusia kepada Tuhan. Bentuk-bentuk pelaksanaannya akan sesuai dengan isi dari kepercayaannya itu, Isi kepercayaannya itulah merupakan ajaran ketuhanannya. Ajaran ...
7. Panca Sembah
(Hindu Dharma/Etika)
... wigna desa winasanam Ya Tuhan dalam manifestasiNYA sebagai pencipta, pemelihara dan pemralina serta sebagai jiwa dari ketiga buwana ini, semoga seluruh dunia tentram dan damai dan semoga segala kekalutan ...
8. Hari Raya Nyepi dan Tahun Saka
(Hindu Dharma/Retuil)
... berkumpu seluruh kepala desa, prajurit, para sarjana, Pendeta Siwa, Budha dan Sri Baginda Raja. Topik yang dibahas dalam pertemuan itu adalah tentang peningkatan moral masyarakat. Perayaan Tahun Saka ...
9. Hari Raya Pagerwesi
(Hindu Dharma/Retuil)
Kata "pagerwesi" artinya pagar dari besi. Ini me-lambangkan suatu perlindungan yang kuat. Segala sesuatu yang dipagari berarti sesuatu yang bernilai tinggi agar jangan mendapat gangguan atau dirusak. Hari ...
10. Hari Raya Saraswati
(Hindu Dharma/Retuil)
Saraswati adalah nama dewi, Sakti Dewa Brahma (dalam konteks ini, sakti berarti istri). Dewi Saraswati diyakini sebagai manifestasi Tuhan Yang Maha Esa dalam fungsi-Nya sebagai dewi ilmu pengetahuan. Dalam ...
11. Hari Raya Galungan dan Kuningan
(Hindu Dharma/Retuil)
Kata "Galungan" berasal dari bahasa Jawa Kuna yang artinya menang atau bertarung. Galungan juga sama artinya dengan dungulan, yang juga berarti menang. Karena itu di Jawa, wuku yang kesebelas disebut Wuku ...
12. Hari Raya Siwa Ratri
(Hindu Dharma/Retuil)
Manusia diciptakan Tuhan Yang Maha Esa terdiri dari dua unsur yang utama yaitu purusa dan pradana atau unsur kejiwaan dan unsur kebendaan. Purusa adalah jiwa yang penuh kesadaran karena bersumber dari ...
13. Dewa
(Hindu Dharma/Tatwa)
Sang Hyang Widhi tidak sama dengan Dewa, Bhatara atau Awatara. Dewa adalah perwujudan sinar suci dari Hyang Widhi (Tuhan) yang memberikan kekuatan suci untuk kesempurnaan hidup mahluk. Dewa berasal dari ...
... Tiga di tiap Desa Adat, dan Pembangunan Pura-pura Kiduling Kreteg (Brahma), Batumadeg (Wisnu) dan Gelap (Siwa), serta Padma Tiga, di Besakih. Paham Trimurti adalah pemujaan manifestasi Hyang Widhi dalam ...
15. Karma Phala
(Hindu Dharma/Tatwa)
Dalam setiap kehidupan mahluk hidup senantiasa melakukan Karma, baik yang disadari maupun diluar kesadarannya. Manusia melakukan bermacam-macam gerak dan aktifitas seperti berpikir, bekerja, menari dan ...
16. Lambang Swastika
(Hindu Dharma/Tatwa)
Terminologi Kata Swastika berasal dari kata Su yang berarti baik, sejahtra, bahagia.. Asti berasal dari pokok kata ”as” (sangsekerta) yaitu merupakan bentuk ke dua yang artinya ”ada” (to be atau being). ...
17. Punarbhawa/Reinkarnasi (Samsara)
(Hindu Dharma/Tatwa)
Menurut filsafat agama Hindu, bahwa atma yang masih diselubungi oleh suksma sarira (badan astral) maupun ikatan-ikatan keduniawian (maya) menyebabkan atma itu awidyanya (kegelapan) serta terikat pula oleh ...
18. Moksa (Nirwrti)
(Hindu Dharma/Tatwa)
Tujuan hidup umat Hindu, di dalam Weda disebutkan “Moksartham jagaditha ya ca iti dharma” yang artinya mencapai moksa (moksartham) dan kesejahteraan umat manusia (jagaditha). Mencapai moksa yang dimaksud ...
19. Catur Marga (Catur Yoga)
(Hindu Dharma/Tatwa)
Catur Marga adalah empat jalan/cara, Catur Yoga adalah empat cara mempersatukan diri dengan Tuhan. Ajaran Tri Marga, Catur Marga dan Catur Yoga sangat berdekatan, hanya berbeda istilanya saja. Marga berarti ...
20. Kering-keringan (petak umpet)
(Adat dan Budaya/Permainan Tradisional)
Kring-kringan atau secara nasional dikenal dengan petak umpet merupakan permainan yang lazim dimainkan oleh anak-anak di bali. Permainan ini ditemukan hampir di seluruh wilayah Indonesia dengan nama yang ...
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  Next 
  •  End 
  • »

Kesadaran Pikiran

Intisari dari semua indria adalah pikiran;intisari dari pikiran adalah Buddhi; Intisari dari Buddhi adalah Ahamkara; dan esensi dari Ahamkara adalah sang Jiva (jiwa individu). Brahman atau Sudha Chaitanya adalah rahim, Yoni atau Adishtana dari segalanya. Ia adalah segalanya. (Sri Svami Sivananda)


 
Ia yang tidak mencintai pun tidak membenci, senantiasa hidup dalam kedamaian. ~anonymous~

 
Terberkatilah manusia yang meningkat pemikirannya, menjaga sebuah ideal dan berjuang keras untuk meningkatkan dirinya menuju idealnya itu. Sebab baginyalah "Kesadaran Tuhan" akan segera tercapai. ~ Sri Swami Sivananda Sarasvati ~

 
Ya Hyang Widhi yang menguasai ketiga dunia ini, Yang maha suci dan sumber segala kehidupan, sumber segala cahaya, semoga limpahkan pada budi nurani kami penerangan sinar cahayaMu yang maha suci. (Gayatri Mantram)

 
Atma dibersihkan dengan tapa brata, budhi dibersihkan dengan ilmu pengetahuan (widia), manah (pikiran) dibersihkan dengan kebenaran dan kejujuran yang disebut satya. ~ Dharmasastra V, 109 ~

 

Visitorcounter

Today9
Yesterday82
Week798
Month1542
All172178

Who's Online

We have 15 guests online

Polls

Infrastruktur apa yang masih sangat kurang di BALI ?