balebanjar.com

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
  • JoomlaWorks Simple Image Rotator
Home
Search
Search Only:

Search Keyword keluarga hindu

Total: 43 results found.

Page 1 of 3
1. Desa Sedang
(Geografi dan Demografi/Pemerintahan)
Desa sedang merupakan salah satu desa yang termasuk dalam wilayah kabupaten badung, kec. Abiansemal.  Desa sedang merupakan daerah dataran rendah yang dengan ketinggian + 120 m diatas permukaan air laut ...
... di mana kedudukan perempuan ditentukan lebih rendah daripada laki-laki atau dalam masyarakat terjadi dominasi laki-laki. Dalam keluarga kedudukan laki-laki lebih tinggi, suami lebih berkuasa, suami yang ...
... memimpin kerajaan, siapa yang akan memimpin kerajaan, seandai nya semua keluarga Pandawa pergi kehutan, padahal untuk mencapai kemenangan perang Brata Yuda dalam menegakkan Dharma sudah banyak pengorbanan ...
4. Reinkarnasi
(Hindu Dharma/Tatwa)
... dapat bersatu dengan Brahman dan selalu melalui proses Reinkarnasi Di daerah Bali kalau ada anak yang baru lahir, para orang tua atau keluarga akan datang ke Pendeta untuk menanyakan siapa yang numitis ...
5. Ahimsa dan Vegetarianisme
(Hindu Dharma/Tatwa)
Oleh I Wayan Sudarma, S.Ag (Shri Danu D.P) Pengertian Makanan Vegetarian Dalam bahasa latin, Vegetarian bersumber dari kata “ Vegetabilis” yang artinya berpantang makanan yang bersumber dari kehidupan ...
6. Bhagawad Gita 18.62
(Renungan/Umum)
"Wahai putra keluarga Bharata, serahkanlah dirimu kepada Beliau sepenuhnya. Atas karunia Beliau, engkau akan mencapai kedamaian rohani dan tempat tinggal kekal yang paling utama" (Bhagawad Gita 18.62) ...
7. Wija ,Bhasma dan Wibhukti
(Hindu Dharma/Tatwa)
Agama bertitik tolak dari kepercayaan manusia kepada Tuhan. Bentuk-bentuk pelaksanaannya akan sesuai dengan isi dari kepercayaannya itu, Isi kepercayaannya itulah merupakan ajaran ketuhanannya. Ajaran ...
Rerahinan tumpek kandang merupakan salah satu rerahinan umat Hindu Bali yang berdasarkan pawukon. Rerahinan yang jatuh  setiap  Saniscara  Kliwon  Wuku  Uye  memiliki  makna  untuk  mengembangkan  kasih  ...
9. Panca Sembah
(Hindu Dharma/Etika)
Urutan sembahyang ini sama saja baik yang dipimpin oleh pinandita atau pemangku, maupun sembahyang sendirian. Cuma juka dipimpin oleh pidandita yang sudah melakukan dwijati, ada kemungkinan mantramnya ...
10. Hari Raya Nyepi dan Tahun Saka
(Hindu Dharma/Retuil)
... dan air tawar. Setelah usai menghaturkan pecaruan, semua anggota keluarga, kecuali yang belum tanggal gigi atau semasih bayi, melakukan upacara byakala prayascita dan natab sesayut pamyakala lara malaradan ...
11. Hari Raya Pagerwesi
(Hindu Dharma/Retuil)
Kata "pagerwesi" artinya pagar dari besi. Ini me-lambangkan suatu perlindungan yang kuat. Segala sesuatu yang dipagari berarti sesuatu yang bernilai tinggi agar jangan mendapat gangguan atau dirusak. Hari ...
12. Hari Raya Saraswati
(Hindu Dharma/Retuil)
Saraswati adalah nama dewi, Sakti Dewa Brahma (dalam konteks ini, sakti berarti istri). Dewi Saraswati diyakini sebagai manifestasi Tuhan Yang Maha Esa dalam fungsi-Nya sebagai dewi ilmu pengetahuan. Dalam ...
13. Hari Raya Galungan dan Kuningan
(Hindu Dharma/Retuil)
Kata "Galungan" berasal dari bahasa Jawa Kuna yang artinya menang atau bertarung. Galungan juga sama artinya dengan dungulan, yang juga berarti menang. Karena itu di Jawa, wuku yang kesebelas disebut Wuku ...
14. Hari Raya Siwa Ratri
(Hindu Dharma/Retuil)
Manusia diciptakan Tuhan Yang Maha Esa terdiri dari dua unsur yang utama yaitu purusa dan pradana atau unsur kejiwaan dan unsur kebendaan. Purusa adalah jiwa yang penuh kesadaran karena bersumber dari ...
Hyang Widhi adalah maha kekal/abadi, tiada berawal dan tiada berakhir (Anadi dan Ananta), maha sempurna, tiada tercipta namun menciptakan diri sendiri (Swayambhu), selalu ada dimana-mana, tidak terpengaruhi ...
Konsep Cetana dan Acetana dalam istilah Hinduisme disebut dengan SIWATATWA (Cetana) dan MAYATATWA (Acetana)   Cetana/Purusa/Positif adalah unsur kesadaran atau spirituil (kejiwaan) atau rohani yang mutlak, ...
17. Dewa
(Hindu Dharma/Tatwa)
Sang Hyang Widhi tidak sama dengan Dewa, Bhatara atau Awatara. Dewa adalah perwujudan sinar suci dari Hyang Widhi (Tuhan) yang memberikan kekuatan suci untuk kesempurnaan hidup mahluk. Dewa berasal dari ...
18. Bhatara
(Hindu Dharma/Tatwa)
Bhatara adalah Prabhawa atau manifestasi dari kekuatan Hyang Widhi untuk memberikan perlindungan terhadap ciptaannya. Kata Bhatara berasal dari kata “Bhatr” yang artinya pelindung, kadang diartikan juga ...
19. Awatara
(Hindu Dharma/Tatwa)
Untuk menegakkan ajaran Dharma, Hyang Widhi turun ke dunia dengan mengambil salah satu bentuk sesuai dengan keadaan alam, dengan perbuatan dan ajaran sucinya memberikan tuntunan untuk membebaskan umat ...
20. Atma/Atman
(Hindu Dharma/Tatwa)
Kepercayaan umat Hindu yang kedua adalah “Atma Tatwa”, yaitu filsafat tentang adanya atma atau jiwa yang menjadi sumber hidup mahluk. Dalam Weda Parikrama disebutkan : “Eko Devah sarva bhutesu gudhah ...
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  Next 
  •  End 
  • »

Kesadaran Pikiran

Intisari dari semua indria adalah pikiran;intisari dari pikiran adalah Buddhi; Intisari dari Buddhi adalah Ahamkara; dan esensi dari Ahamkara adalah sang Jiva (jiwa individu). Brahman atau Sudha Chaitanya adalah rahim, Yoni atau Adishtana dari segalanya. Ia adalah segalanya. (Sri Svami Sivananda)


 
Ia yang tidak mencintai pun tidak membenci, senantiasa hidup dalam kedamaian. ~anonymous~

 
Terberkatilah manusia yang meningkat pemikirannya, menjaga sebuah ideal dan berjuang keras untuk meningkatkan dirinya menuju idealnya itu. Sebab baginyalah "Kesadaran Tuhan" akan segera tercapai. ~ Sri Swami Sivananda Sarasvati ~

 
Ya Hyang Widhi yang menguasai ketiga dunia ini, Yang maha suci dan sumber segala kehidupan, sumber segala cahaya, semoga limpahkan pada budi nurani kami penerangan sinar cahayaMu yang maha suci. (Gayatri Mantram)

 
Atma dibersihkan dengan tapa brata, budhi dibersihkan dengan ilmu pengetahuan (widia), manah (pikiran) dibersihkan dengan kebenaran dan kejujuran yang disebut satya. ~ Dharmasastra V, 109 ~

 

Visitorcounter

Today13
Yesterday82
Week802
Month1546
All172182

Who's Online

We have 15 guests online

Polls

Infrastruktur apa yang masih sangat kurang di BALI ?
 

Renungan

Wasita nimittanta manemu laksmi, Wasita nimittanta pati kapangguh, Wasita nimittanta manemu dukha,Wasita nimittanta manemu mitra.
Artinya : oleh perkataan engkau akan mendapat bahagia, oleh perkataan engkau akan menemui ajal, oleh perkataan engkau akan mendapatkan susah, oleh perkataan engkau akan mendapat sahabat.~Nitisastra~